Green Tea Bread

Beautiful Bread

Tepung dan roti satu jiwa yang tak terpisahkan. Tanpa tepung roti takkan bisa terbentuk. Tanpa tujuan tepung tetaplah menjadi debu berharga.

Terlalu banyak menggunakan tepung terigu akan mengakibatkan adonan menjadi bantat dan kurang mekar. Penggunaannya harus pas dan menyatu dengan air.

Untuk mempersatukan tepung dan air kita bisa mengolah dua senyawa debu (tepung terigu) dan air menjadi satu dengan cara mendidihkannya diatas kompor hingga mengental.

Adonan ini biasa kita sebut sebagai thangzong. Cukup dengan air dan tepung terigu bisa membuat bahan satu dengan lainnya saling menyatu. Hasilnya tekstur kue yang kita buat sesuai keinginan.

Salah satu guna adonan thangzong bisa menghasilkan teksture lembut, berlubang hingga berisi dalam tubuh roti. Memang cukup dengan air dan tepung terigu.thangzong

Kali ini saya mencoba membuat thangzong dengan susu cair dan air dengan takaran 1:5 dengan tujuan agar roti benar-benar terasa susu. Cukup dengan 3-5 menit thangzong sudah bisa digunakan dengan bahan kue lainnya.

Niat pembuatan kue ini saya mulai di pukul 14.00 wib diawali dengan pembuatan thangzong.

Dilanjutkan dengan pencampuran ragi dan air hingga keduanya menyatu disini permukaan ragi menyerupai mendidihnya air lama kelamaan butirannya akan lenyap terendam air. Air pun akan terlihat berwarna kecoklatan.

Pencampuran bahan lainpun berlanjut termasuk thangzong. Diaduk hingga adonan kalis mudah dibentuk. Selanjutnya adonan ditinggalkan selama 45 menit.

Peraturan membiarkan adonan 45 menit tak lagi berlaku buat saya karena saat itu saya terdesak oleh keperluan lain. Hingga 6 jam lamanya adonan baru saya olah kembali.

Membiarkan ragi bekerja semakin lama maka bakteri dalam ragi semakin berkembang biak hingga menyebabkan adonan semakin menggembang semakin banyak pula rongga udara yang terkandung dalam adonan roti.

Metode membiarkan ragi bekerja semkin lama sering digunakan oleh masyarakan Prancis dalam pembuatan roti. Rata-rata mereka membiarkan ragi bekerja hingga 24 jam bahkan 2 hari dua malam lamanya. Waww… makin penasaran hasilnya seperti apa. Lain waktu kita mencoba metode ini.

Back to green tea bread yang akan saya buat seperti apa yuk intip.

Persiapan: 1 jam 50 menit (start 14.00-15.00 wib)

Waktu memasak: 25 menit

Total waktu : 8 jam (Finish 22.00)

Bahan

Thangzong

1/3 cup tepung terigu cakra

1 cup (250 ml) susu cair

Roti

  • 2½ cup (350 gr) tepung terigu cakra
  • ½ cup (125 ml) susu cair
  • 2 sendok makan ragi / farnifan
  • 3 sendok makan batter unsalted
  • 5 sendok gula pasir
  • ½ sendok teh garam
  • 2 butir telur
  • ½ cup thangzong

Green tea cream

  • 1½ cup (375 ml) susu cair
  • ½ cup (100 gr) gula pasir
  • 1 sendok makan green tea great B
  • 1 sendok makan tepung maizena
  • 1 sendok makan tepung terigu
  • ½ vanilla ekstrak

Cara membuat

  1. Buat adonan thangzong terlebih dahulu dengan mendidihkan air dan tepung terigu hingga mengental dan dinginkan.thangzong
  2. masukkan ragi dan 1 sendok air ke dalam wadah kecil hingga ragi meleleh menyatu dengan air. Masukkan susu, garam, gula, butter, 1 butir telur, thangzong aduk hingga menyatu lanjutkan tengan tepung terigu aduk hingga mengental dan kalis. Tutupi adonan dengan plastik atau kain. biarkan adonan mengembang selama 6 jam.
  3. Buat vla green tea dengan mencampurkan semua bahan menjadi satu aduk terlebih dahulu hingga merata barulah didihkan hingga mengental di atas kompor.
  4. Topping kuning telur. Campurkan kuning telur dengan air aduk hingga merata.
  5. Panaskan oven hingga 180°c
  6. Setelah adonan roti mengembang kita kempeskan dan uleni dengan tepung terigu agar tak lengket di tangan. Belah adonan menjadi dua bagian bulatkan belah kembali menjadi 8 bagian. Pipihkan isi adonan dengan vla bungkus kembali. Agar bentuknya lebih bagus adonan yang telah terisi vla diletakkan ke dalam lubang loyang muffin. Olesi permukaan adonan dengan kuning telur.
  7. Panggang roti selama 25 menit. Happy cooking.

Advertisements

2 thoughts on “Green Tea Bread

  1. Pingback: Saya Dan Roti |
  2. Pingback: Banana Bread |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s