Pipa-pipa Limbah (Pennette Rigate Schottle)

pipa-pipa limbah (Pennette rigate schotle)
Pennette rigate schotle foto koleksi ceritamasak.wordpress.com

 

Pennette rigate masih satu rumpun dengan pasta, bentuknya silinders  berujung diagonal. Cara pengolahannya juga sangat mudah bisa dicampurkan dengan susu dan keju dengan menambahkan rempah-rempah agar semakin lezat atau dijadikan schottle.

Schottle pennette. Kali ini saya pilih pennette rigate sebagai makan malam. 

Sepulang kerja sayang bila harus mandi wangi tapi setelahnya harus ngoprek di dapur lagi dengan bawang.

So, saya pilih cuci tangan bersih langsung memanaskan air dalam panci sampai mendidih untuk mematangkan pennette. Disambi membut bumbunya. Mengolah hasil rebusan pennette.

Semua bumbu dan bahan sudah tercampur jadi satu dalam wajan lalu masukan dalam wadah. Dari wadah ini kita bisa lanjutkan memanggangnya dalam oven. Setelahnya barulah saya tinggal mandi.

30 menit schottle pennette siap diangkat dan hasilnya saya suka. Karena schottle pennette rigate setelah dipotong menyerupai sebuah pipa-pipa yang menumpuk dengan kotoran yang meleleh di setiap mulut pipa.

Pipa-pipa itu seolah dilalui oleh limbah-limbah pabrik yang kental dan berwarna hitam. Mereka keluar dan berjalan dengan lambatnya di setiap lubang dan sangat-sangat membutuhkan keberadaan air untuk dibersihkan sebagai pendorong lambatnya kotoran.

Pabrik dan limbah tak bisa dipisahkan. Satu tetes limbah bisa sangat mencemari lingkungan terutama kali dan sunggai. Mereka sangat mudah membawa kotoran pabrik di udara maupun dalam air. Dan warnanya tak lagi sejernih dulu. Bahkan ikan-ikan pun tak kan mampu bertahan di lingkungan tercemar oleh limbah.

Limbah oh limbah kau terus saja menetes bagai tetesan susu kental manis yang hampir habis. Begitu keluar langsung terbawa arus air menulari dan merubah warna air.

Ya pipa-pipa besar dan berkarat bisa kita jumpai di daerah industri selebihnya mari kita nikmati pipa-pipa yang tersumbat oleh keju dan susu.

Dan si Rayan pun berteriak, “Mammaa…agi mama…agi…”. sambil menyodorkan tempat makan yang sama. Nambah tiga kali. Dari pada beli lebih baik bikin sendiri.

Dan hasilnya setiap masakan bisa memiliki tema tersendiri. Selamat memasak. Tungg… buyi gong spatula dan bokong panci.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s